Mendaki Dan Menikmati Panorama Gunung Papandayan

siapa yang tak kenal gunung papandayan, salah satu gunung yang paling terkenal di pulau jawa. gunung ini terletak di kabupaten Garut, jawa barat. papandayan memiliki ketinggian 2665 Mdpl. walaupun gunung ini tidak terlalu jauh dari jakarta namun saya baru sempat mendakinya pada bulan april 2012. mungkin dulu saya masih terikat dengan paradigma gunung papandayan sebagai ‘gunung wisata’, sehingga pada saat saya pertamakali ke garut saya lebih memilih ke gunung cikuray, namun pada saat saya mendaki papandayan saya baru tersadar akan kekayaan objek yang dimiliki gunung papandayan. tak heran kalau gunung papandayan telah menjadi buah bibir para pendaki dari masa -kemasa. jalur gunung ini sangat cocok bagi pemula atau orang yang ingin mencoba kegiatan mendaki gunung, karena gunung ini memiliki jalur yang landai dengan jarak tempuh yang cukup singkat untuk kepuncak dan memiliki sumber air sehingga pendaki tidak perlu mambawa perbekalan air yang banyak. harga tiket papandayan

untuk mencapai puncak gunung papandayan dapat dimulai dari pintu gerbang menuju kawah gunung papandayan, sebelumnya harus mendaftar di pos pendaftaran. pada awal jalur pendakian jalur berupa bebatuan putih khas kawah gunung berapi, hamparan luas kawah akan menyambut kita dengan kepulan asap belerang yang baunya cukup menyengat. di daerah kawah diharapkan pendaki waspada dengan jalan yang di tapaki karena ada beberapa jalan yang cukup rapuh dan dibawahnya terdapat aliran air yang sangat panas. selain itu juga pendaki harus waspada dengan gas dari kawah tersebut, apabila menghirup terlalu lama maka akan menimbulkan efek-efek yang mengganggu bagi tubuh. setelah melewati kawasan kawah kita akan melewati jalan yang cukup landai, jalurnya cukup lebar dan terbuka, pada saat siang hari disini akan terasa panas menyengat. 

disini terdapat jalan pintas untuk mempersingkat waktu, tidak lama setelah menyebrang sungai kecil ada jalan lurus dan ke kanan, jalur kanan merupakan jalan pintas yang terjal namun cukup aman dan menyingkat waktu, jalur ini tertutup pepohonan sehingga cukup nyaman dilewati, setelah itu kita akan bertemu dengan jalur lebar atau jalur yang asli. tidak lama kemudian kita akan masuk ke jalur hutan, jalur ini merupakan jalan setapak yang konturnya cukup landai. setelah 3 jam berjalan dari pos pendaftaran maka kita akan sampai di pondok salada, yaitu sebuah padang rumput yang luas dan menjadi tempat camp favorit bagi para pendaki sebelum ke puncak, disini juga terdapat aliran air yang melimpah. dari pondok selada kita akan memasuki hutan lalu melewati tanjakan bebatuan yang cukup terjal, disini pendaki harus ekstra hati – hati. setelah tanjakan tersebut kita akan memasuki area savana tegal alun, ada dua pilihan jalur. 

yang pertama belok ke kiri memasuki hutan, jalur tersebut merupakan jalur punggungan puncakan yang terlihat dari pondok selada, kita dapat melihat kawah papandayan dari sana, namun jalur tersebut bukan lah puncak sehingga pendaki harus melintas turun namun tidak backtrack, jalur tersebut akan membawa anda kembali ke tegal alun. yang kedua adalah jalur savana tegal alun, dari tanjakan bebatuan kita lurus terus (tidak masuk kehutan) melewati savana dan nantinya akan menjumpai danau kecil, danau kecil tersebut merupakan tempat pertemuan jalur yang melewati hutan tadi. dari danau kita akan melewati savana yang membentang luas dan ditumbuhi edleweis, tempat ini dinamakan tegal alun,  dari tegal alun patokan untuk menuju puncak adalah mata air, dari mata air ada jalan setapak yang cukup jelas dan beberapa tanda tali rafia di pepohonan. 

setelah kurang lebih 2 jam berjalan dari pondok salada maka kita akan sampai di puncak gunung papandayan. puncak papandayan berupa area yang kecil dengan di tumbuhi pepohonan, namun di sela-sela pepohonan tersebut kita bisa lihat pemandangan yang cukup indah. bulan November 2013 saya kembali mengunjungi papandayan, ternyata danau yang dulu saya lewati di kawasan tegal alun hanyalah genangan air dan saat itu sedang kering.
Tag : Wisata
0 Komentar untuk "Mendaki Dan Menikmati Panorama Gunung Papandayan"

Back To Top